letakan dibawah/diatas HEADER.- SAVE

Rabu, 25 Juni 2014



PPENALARAN INDUKTIF

· Pengertian Penalaran Induktif
Penalaran induktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan fakta – fakta yang bersifat khusus, prosesnya disebut Induksi. Penalaran induktif tekait dengan empirisme. Secara impirisme, ilmu memisahkan antara semua pengetahuan yang sesuai fakta dan yang tidak. Sebelum teruji secara empiris, semua penjelasan yang diajukan hanyalah bersifat sementara. Penalaran induktif ini berpangkal pada empiris untuk menyusun suatu penjelasan umum, teori atau kaedah yang berlaku umum.
Contoh :
Sejak suaminya meninggal dunia dua tahun yang lalu, Ny. Ahmad sering sakit. Setiap bulan ia pergi ke dokter memeriksakan sakitnya. Harta peninggalan suaminya semakin menipis untuk membeli obat dan biaya pemeriksaan, serta untuk biya hidup sehari-hari bersama tiga orang anaknya yang masih sekolah. Anaknya yang tertua dan adiknya masih kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta, sedangkan yang nomor tiga masih duduk di bangku SMA. Sungguh (kata kunci) berat beban hidupnya. (Ide pokok)


PENGERTIAN PENALARAN DEDUKTIF
      Pengertian Penalaran

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera(pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu deduktif dan induktif.

Penalaran deduktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Proses penalaran ini disebut Deduksi. Kesimpulan deduktif dibentuk dengan cara deduksi. Yakni dimulai dari hal-hal umum, menuku kepada hal-hal yang khusus atau hal-hal yang lebih rendah proses pembentukan kesimpulan deduktif tersebut dapat dimulai dari suatu dalil atau hukum menuju kepada hal-hal yang kongkrit. Contoh : Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status social.



· Macam-macam Penalaran Deduktif

Macam-macam penalaran deduktif diantaranya :
a. Silogisme
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan.
b. Entimen
Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.

Minggu, 16 Maret 2014

Pengertian Alinea,Macam-Macam Alinea,syarat - syarat dari ali


Pengertian Alinea,Macam-Macam Alinea,syarat - syarat dari alinea





Pengertian Alinea

Alinea adalah satuan
bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa
kalimat. Alinea diperlukan untuk mengungkapkan ide yang lebih luas dari
kalimat dari sudut pandang komposisi, alinea sebenarnya sudah memasuki kawasan
wacana atau karangan sebab karangan formal yang sederhana bisa saja hanya
terdiri atas satu alinea. Jadi, tanpa kemampuan menyusun alinea tidak
mungkin bagi seseorang mewujudkan sebuah karangan.



Macam-Macam Alinea :

Berdasarkan sifat dan
tujuannya, alinea dapat dibedakan menjadi:

·      
Alinea Pembuka

·      
Alinea
Penghubung

·      
Alinea Penutup

Berdasarkan sifat
isinya, alinea dapat dibedakan menjadi:

·      
Alinea persuatif

·      
Alinea
argumentatif

·      
Alinea naratif

·      
Alinea
deskriptif

·      
Alinea
ekspositoris

Berdasarkan fungsi,
alinea dapat dibedakan menjadi:

·      
Alinea Pembuka

·      
Alinea Developer

·      
Alinea Penutup



Adapun
syarat - syarat dari alinea yaitu:





1.    Uni, maksudnya semua kalimat yang membangun alinea itu secara bersama-sama
menyatakan satu hal suatu hal tertentu.

2.    Koherensi, (kekompakan hubungan antara sebuah kalimat dengan kalimat yang
lain yang membentuk alinea itu).

3.    Perkembangan alinea, (perkembangan alinea adalah penyusunan / perician dari
gagasan-gagasan yang membangun alinea-alinea itu)

4.    Efektif, dengan penggunaan kalimat yang efektif, maka ide akan disampaikan
secara tepat.


Sumber :

http://cybermanlink.blogspot.com/2012/11/pengertianstrukturtujuanmacam.html


Senin, 09 Desember 2013

Pengertian Alinea,Macam-Macam Alinea,syarat - syarat dari alinea

Pengertian Alinea
Alinea adalah satuan bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat. Alinea diperlukan untuk mengungkapkan ide yang lebih luas dari kalimat dari sudut pandang komposisi, alinea sebenarnya sudah memasuki kawasan wacana atau karangan sebab karangan formal yang sederhana bisa saja hanya terdiri atas satu alinea. Jadi, tanpa kemampuan menyusun alinea tidak mungkin bagi seseorang mewujudkan sebuah karangan.

Macam-Macam Alinea :
Berdasarkan sifat dan tujuannya, alinea dapat dibedakan menjadi:
·       Alinea Pembuka
·       Alinea Penghubung
·       Alinea Penutup
Berdasarkan sifat isinya, alinea dapat dibedakan menjadi:
·       Alinea persuatif
·       Alinea argumentatif
·       Alinea naratif
·       Alinea deskriptif
·       Alinea ekspositoris
Berdasarkan fungsi, alinea dapat dibedakan menjadi:
·       Alinea Pembuka
·       Alinea Developer
·       Alinea Penutup

Adapun syarat - syarat dari alinea yaitu:
1.    Uni, maksudnya semua kalimat yang membangun alinea itu secara bersama-sama menyatakan satu hal suatu hal tertentu.
2.    Koherensi, (kekompakan hubungan antara sebuah kalimat dengan kalimat yang lain yang membentuk alinea itu).
3.    Perkembangan alinea, (perkembangan alinea adalah penyusunan / perician dari gagasan-gagasan yang membangun alinea-alinea itu)
4.    Efektif, dengan penggunaan kalimat yang efektif, maka ide akan disampaikan secara tepat.
 

Senin, 04 November 2013

Kata dan Pilihan Kata & Kalimat Efektif

1. Kata dan Pilihan Kata

Pengertian Kata

Kata yaitu sekumpulan huruf yang mempunyai arti. Dan menurut kamus besar indonesia kata mempunyai arti sendri yaitu unsur bahasa yang di ucapkan atau dituliskan  yang merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yang dapat digunakan dalam berbahasa.Pilihan kata yaitu hasil dari upaya memilih kata tertentu untuk dipakai dalam kalimat, alinea, atau wacana. Dapat dilakukan bila tersedia sejumlah kata yang artinya hampir sama atau bermiripan. Pemilihan kata bukanlah sekadar kegiatan memilih kata yang tepat, melainkan juga memilih kata yang cocok


Imbuhan dan Bahasa asing

Imbuhan
Imbuhan adalah bunyi yang ditambahkan pada sebuah kata bisa di awal, di akhir, di tengah, atau gabungan dari antara ketiga itu,untuk membentuk kata baru yang artinya berhubungan dengan kata yang pertama.
Imbuhan digolongkan berdasarkan posisi penambahannya sebagai berikut:
1.     awalan
2.     sisipan
3.     akhiran
4.     konfiks

Bahasa Asing
Bahasa asing merupakan bahasa yang tidak digunakan oleh orang yang tinggal di sebuah tempat yang tertentu.Bahasa asing juga bisa dikatakan sebuah bahasa yang tidak digunakan di tanah air / negara asal seseorang, misalnya; seorang penutur bahasa Indonesia yang tinggal di negara lain boleh mengatakan bahwa bahasa Inggris adalah bahasa yang asing untuk dirinya sendiri. Walau bagaimanapun juga, kedua definisi tersebut masihlah kurang meliputi arti “bahasa asing” secara keseluruhan.


Upaya Pengindonesiaan
Dalam upaya pengindonesiaan ada beberapa tahap yang dilakukan diantarany yaitu: penerjemahan dan penyerapan.Penerjemahan dilakukan dengan memanfaatkan kosakata bahasa indonesia yang baik.


Hubungan makna kata

Sinonim
 Kata yang Bersinonim yaitu Suatu kata yang mempunyai makna yang sama dan dapat saling menggantikan disebut dengan sinonim.
Contoh: benar = betul
Contoh dalam kalimat:
- Jawaban Anda benar.
- Jawaban Anda betul.
Dan kadang ada juga kata-kata yang awalannya bermakna sama, tetapi kemudian menjadi berbeda makna karena pengaruh makna konotasi yang terkandung dalam kata itu. Contoh: kata buruh, pegawai, karyawan. Kata-kata jenis ini
termasuk kata bersinonim yang bernuansa.

 Homonim
Kata yang berhomonim adalah Kata- kata yang bentuk dan cara pelafalannya sama, tetapi memiliki makna yang berbeda disebut dengan kata berhomonim.
Contoh: - kata genting
Contoh dalam kalimat:
- Karena terjadi kerusuhan, Kota Ambon dalam keadaan genting. (gawat)
- Ayah sedang memperbaiki genting yang bocor. (atap)

Hiponim
Kata yang Berhiponim adalah Kata-kata yang mempunyai hubungan antara makna spesifik dan makna generik.
Contoh:
- ayam, kucing, kelinci, kuda merupakan hiponim dari hewan
- melati, mawar, anggrek, kenanga merupakan hiponim dari bunga

Polisemi
 Kata yang Berpolisemi adalah Dalam bahasa Indonesia, sering dijumpai kata-kata yang menanggung
beban makna yang begitu banyak. Inilah yang disebut polisemi. Misalnya,
kata kepala.
Dari kata kepala ini dapat dijabarkan menjadi berikut ini.
1) Bagian atas suatu benda, contoh: kepala surat.
2) Sebagai kiasan atau ungkapan, contoh: kepala batu.


 Antonim
Antonim maksudnya adalah kata yang berbeda atau berlawanan maknanya. Jenis-jenis kata antonim ini dapat dibedakan menjadi:
1) Antonim kembar, yaitu antonim yang melibatkan pertentangan antara
dua kata.
Contoh: hidup >< mati
2) Antonim majemuk, yaitu antonim yang melibatkan pertentangan antara
banyak kata.
Contoh: - Sepatu itu tidak merah.
Oleh karenanya, kalimat itu mencakup pengertian bahwa sepatu itu
putih, sepatu itu cokelat, dan sebagainya.

3) Antonim gradual, yaitu pertentangan dua kata dengan melibatkan
beberapa tingkatan. Contoh: - Rumah itu sederhana.
Contoh kalimat di atas bisa bermakna: tidak mewah dan sangat
sederhana.

4) Antonim hierarkis, yaitu pertentangan antara kata-kata yang maknanya
berada dalam posisi bertingkat.
Contoh: Januari-Februari-Maret, April, dan sebagainya.

5) Antonim relasional, yaitu pertentangan antara dua buah kata yang
kehadirannya saling berhubungan.
Contoh: suami-istri


2.Kalimat Efektif

Pengertian
Kalimat adalah kesatuan kata yang mengungkapkan suatu konsep pikiran dan perasaan.Kalimat juga bisa dikatakatakn adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final dan secara aktual

 Kalimat efektif adalah kalimat yang mewakili gagasan pembicara atau penulis serta dapat diterima maksudnya dan arti serta tujuannya seperti yang di maksud penulis dan pembicara.
Sedangkan rasional kalimat efektif adalah kalimat yang harus mencakup syarat kelengkapan unsur sebuah kalimat karena sangat menentukan kejelasan sebuah kalimat. Oleh sebab itu sebuah kalimat harus memiliki paling tidak subjek dan predikat. Kalimat yang lengkap ini harus ditulis sesuai dengan Ejaan yang disempurnakan (EYD). Dalam membentuk sebuah kalimat yang efektif harus menggunakan kata-kata yang dipilih dengan tepat agar kalimat menjadi jelas maknanya.

Hal yang berhubungan dengan kalimat efektif



Hal yg berhubungan dengan kalimat efektif itu seperti  bahasa dan susunannya harus baik dan benar,kata-katanya bisa dimengerti oleh pembaca,harus sesuai dengan ejaan yang baik.