letakan dibawah/diatas HEADER.- SAVE

Rabu, 25 Juni 2014



PENGERTIAN PENALARAN DEDUKTIF
      Pengertian Penalaran

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera(pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu deduktif dan induktif.

Penalaran deduktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Proses penalaran ini disebut Deduksi. Kesimpulan deduktif dibentuk dengan cara deduksi. Yakni dimulai dari hal-hal umum, menuku kepada hal-hal yang khusus atau hal-hal yang lebih rendah proses pembentukan kesimpulan deduktif tersebut dapat dimulai dari suatu dalil atau hukum menuju kepada hal-hal yang kongkrit. Contoh : Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status social.



· Macam-macam Penalaran Deduktif

Macam-macam penalaran deduktif diantaranya :
a. Silogisme
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan.
b. Entimen
Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.

Minggu, 16 Maret 2014

Pengertian Alinea,Macam-Macam Alinea,syarat - syarat dari ali


Pengertian Alinea,Macam-Macam Alinea,syarat - syarat dari alinea





Pengertian Alinea

Alinea adalah satuan
bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa
kalimat. Alinea diperlukan untuk mengungkapkan ide yang lebih luas dari
kalimat dari sudut pandang komposisi, alinea sebenarnya sudah memasuki kawasan
wacana atau karangan sebab karangan formal yang sederhana bisa saja hanya
terdiri atas satu alinea. Jadi, tanpa kemampuan menyusun alinea tidak
mungkin bagi seseorang mewujudkan sebuah karangan.



Macam-Macam Alinea :

Berdasarkan sifat dan
tujuannya, alinea dapat dibedakan menjadi:

·      
Alinea Pembuka

·      
Alinea
Penghubung

·      
Alinea Penutup

Berdasarkan sifat
isinya, alinea dapat dibedakan menjadi:

·      
Alinea persuatif

·      
Alinea
argumentatif

·      
Alinea naratif

·      
Alinea
deskriptif

·      
Alinea
ekspositoris

Berdasarkan fungsi,
alinea dapat dibedakan menjadi:

·      
Alinea Pembuka

·      
Alinea Developer

·      
Alinea Penutup



Adapun
syarat - syarat dari alinea yaitu:





1.    Uni, maksudnya semua kalimat yang membangun alinea itu secara bersama-sama
menyatakan satu hal suatu hal tertentu.

2.    Koherensi, (kekompakan hubungan antara sebuah kalimat dengan kalimat yang
lain yang membentuk alinea itu).

3.    Perkembangan alinea, (perkembangan alinea adalah penyusunan / perician dari
gagasan-gagasan yang membangun alinea-alinea itu)

4.    Efektif, dengan penggunaan kalimat yang efektif, maka ide akan disampaikan
secara tepat.


Sumber :

http://cybermanlink.blogspot.com/2012/11/pengertianstrukturtujuanmacam.html


Senin, 09 Desember 2013

Pengertian Alinea,Macam-Macam Alinea,syarat - syarat dari alinea

Pengertian Alinea
Alinea adalah satuan bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat. Alinea diperlukan untuk mengungkapkan ide yang lebih luas dari kalimat dari sudut pandang komposisi, alinea sebenarnya sudah memasuki kawasan wacana atau karangan sebab karangan formal yang sederhana bisa saja hanya terdiri atas satu alinea. Jadi, tanpa kemampuan menyusun alinea tidak mungkin bagi seseorang mewujudkan sebuah karangan.

Macam-Macam Alinea :
Berdasarkan sifat dan tujuannya, alinea dapat dibedakan menjadi:
·       Alinea Pembuka
·       Alinea Penghubung
·       Alinea Penutup
Berdasarkan sifat isinya, alinea dapat dibedakan menjadi:
·       Alinea persuatif
·       Alinea argumentatif
·       Alinea naratif
·       Alinea deskriptif
·       Alinea ekspositoris
Berdasarkan fungsi, alinea dapat dibedakan menjadi:
·       Alinea Pembuka
·       Alinea Developer
·       Alinea Penutup

Adapun syarat - syarat dari alinea yaitu:
1.    Uni, maksudnya semua kalimat yang membangun alinea itu secara bersama-sama menyatakan satu hal suatu hal tertentu.
2.    Koherensi, (kekompakan hubungan antara sebuah kalimat dengan kalimat yang lain yang membentuk alinea itu).
3.    Perkembangan alinea, (perkembangan alinea adalah penyusunan / perician dari gagasan-gagasan yang membangun alinea-alinea itu)
4.    Efektif, dengan penggunaan kalimat yang efektif, maka ide akan disampaikan secara tepat.
 

Senin, 04 November 2013

Kata dan Pilihan Kata & Kalimat Efektif

1. Kata dan Pilihan Kata

Pengertian Kata

Kata yaitu sekumpulan huruf yang mempunyai arti. Dan menurut kamus besar indonesia kata mempunyai arti sendri yaitu unsur bahasa yang di ucapkan atau dituliskan  yang merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yang dapat digunakan dalam berbahasa.Pilihan kata yaitu hasil dari upaya memilih kata tertentu untuk dipakai dalam kalimat, alinea, atau wacana. Dapat dilakukan bila tersedia sejumlah kata yang artinya hampir sama atau bermiripan. Pemilihan kata bukanlah sekadar kegiatan memilih kata yang tepat, melainkan juga memilih kata yang cocok


Imbuhan dan Bahasa asing

Imbuhan
Imbuhan adalah bunyi yang ditambahkan pada sebuah kata bisa di awal, di akhir, di tengah, atau gabungan dari antara ketiga itu,untuk membentuk kata baru yang artinya berhubungan dengan kata yang pertama.
Imbuhan digolongkan berdasarkan posisi penambahannya sebagai berikut:
1.     awalan
2.     sisipan
3.     akhiran
4.     konfiks

Bahasa Asing
Bahasa asing merupakan bahasa yang tidak digunakan oleh orang yang tinggal di sebuah tempat yang tertentu.Bahasa asing juga bisa dikatakan sebuah bahasa yang tidak digunakan di tanah air / negara asal seseorang, misalnya; seorang penutur bahasa Indonesia yang tinggal di negara lain boleh mengatakan bahwa bahasa Inggris adalah bahasa yang asing untuk dirinya sendiri. Walau bagaimanapun juga, kedua definisi tersebut masihlah kurang meliputi arti “bahasa asing” secara keseluruhan.


Upaya Pengindonesiaan
Dalam upaya pengindonesiaan ada beberapa tahap yang dilakukan diantarany yaitu: penerjemahan dan penyerapan.Penerjemahan dilakukan dengan memanfaatkan kosakata bahasa indonesia yang baik.


Hubungan makna kata

Sinonim
 Kata yang Bersinonim yaitu Suatu kata yang mempunyai makna yang sama dan dapat saling menggantikan disebut dengan sinonim.
Contoh: benar = betul
Contoh dalam kalimat:
- Jawaban Anda benar.
- Jawaban Anda betul.
Dan kadang ada juga kata-kata yang awalannya bermakna sama, tetapi kemudian menjadi berbeda makna karena pengaruh makna konotasi yang terkandung dalam kata itu. Contoh: kata buruh, pegawai, karyawan. Kata-kata jenis ini
termasuk kata bersinonim yang bernuansa.

 Homonim
Kata yang berhomonim adalah Kata- kata yang bentuk dan cara pelafalannya sama, tetapi memiliki makna yang berbeda disebut dengan kata berhomonim.
Contoh: - kata genting
Contoh dalam kalimat:
- Karena terjadi kerusuhan, Kota Ambon dalam keadaan genting. (gawat)
- Ayah sedang memperbaiki genting yang bocor. (atap)

Hiponim
Kata yang Berhiponim adalah Kata-kata yang mempunyai hubungan antara makna spesifik dan makna generik.
Contoh:
- ayam, kucing, kelinci, kuda merupakan hiponim dari hewan
- melati, mawar, anggrek, kenanga merupakan hiponim dari bunga

Polisemi
 Kata yang Berpolisemi adalah Dalam bahasa Indonesia, sering dijumpai kata-kata yang menanggung
beban makna yang begitu banyak. Inilah yang disebut polisemi. Misalnya,
kata kepala.
Dari kata kepala ini dapat dijabarkan menjadi berikut ini.
1) Bagian atas suatu benda, contoh: kepala surat.
2) Sebagai kiasan atau ungkapan, contoh: kepala batu.


 Antonim
Antonim maksudnya adalah kata yang berbeda atau berlawanan maknanya. Jenis-jenis kata antonim ini dapat dibedakan menjadi:
1) Antonim kembar, yaitu antonim yang melibatkan pertentangan antara
dua kata.
Contoh: hidup >< mati
2) Antonim majemuk, yaitu antonim yang melibatkan pertentangan antara
banyak kata.
Contoh: - Sepatu itu tidak merah.
Oleh karenanya, kalimat itu mencakup pengertian bahwa sepatu itu
putih, sepatu itu cokelat, dan sebagainya.

3) Antonim gradual, yaitu pertentangan dua kata dengan melibatkan
beberapa tingkatan. Contoh: - Rumah itu sederhana.
Contoh kalimat di atas bisa bermakna: tidak mewah dan sangat
sederhana.

4) Antonim hierarkis, yaitu pertentangan antara kata-kata yang maknanya
berada dalam posisi bertingkat.
Contoh: Januari-Februari-Maret, April, dan sebagainya.

5) Antonim relasional, yaitu pertentangan antara dua buah kata yang
kehadirannya saling berhubungan.
Contoh: suami-istri


2.Kalimat Efektif

Pengertian
Kalimat adalah kesatuan kata yang mengungkapkan suatu konsep pikiran dan perasaan.Kalimat juga bisa dikatakatakn adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final dan secara aktual

 Kalimat efektif adalah kalimat yang mewakili gagasan pembicara atau penulis serta dapat diterima maksudnya dan arti serta tujuannya seperti yang di maksud penulis dan pembicara.
Sedangkan rasional kalimat efektif adalah kalimat yang harus mencakup syarat kelengkapan unsur sebuah kalimat karena sangat menentukan kejelasan sebuah kalimat. Oleh sebab itu sebuah kalimat harus memiliki paling tidak subjek dan predikat. Kalimat yang lengkap ini harus ditulis sesuai dengan Ejaan yang disempurnakan (EYD). Dalam membentuk sebuah kalimat yang efektif harus menggunakan kata-kata yang dipilih dengan tepat agar kalimat menjadi jelas maknanya.

Hal yang berhubungan dengan kalimat efektif



Hal yg berhubungan dengan kalimat efektif itu seperti  bahasa dan susunannya harus baik dan benar,kata-katanya bisa dimengerti oleh pembaca,harus sesuai dengan ejaan yang baik.

Kamis, 03 Oktober 2013

Peranan dan Fungsi Bahasa Indonesia secara umum ataupun khusus


A.Pengertian Bahasa
           Menurut Bill Adams bahwa bahasa adalah sebuah sistem pengembangan psikologi individu, dan menurut Wittgenstein mengartikan bahwa bahasa adalah bentuk pemikiran yang dapat dipahami, sedangkan menurut Saussure mendifinisikan kalau bahasa adalah objek dari semiologi.
Sedangkan pengertian umum bahasa yaitu merupakan alat untuk beriteraksi atau berkomunikasi dalam menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan yang digunakan oleh seorang manusia, yang berupa bunyi yang dihasilkan oleh alat kecap manusia.
Bahasa diciptakan sebagai alat komunikasi universal yang diharapkan dapat dimengerti oleh setiap manusia untuk melakukan suatu interaksi sosial dengan manusia lainnya. Bahasa terdiri atas kumpulan kata atau kalimat yang dari masing-masing susunan kata memiliki makna untuk mengungkapkan gagasan, pikiran atau perasaan seseorang. Oleh karena itu, kita harus memilih kata-kata yang tepat dan menyusun kata-kata tersebut sesuai dengan aturan tata bahasa yang ada, agar makna yang terkandung di setiap kalimat dapat tersampaikan dengan baik dan jelas.



B. FUNGSI BAHASA


·         Bahasa sebagai alat komunikasi
Bahasa sudah digunakan sejak zaman nenek moyang kita, untuk berinteraksi dengan orang lain guna menyampaikan maksud yang ada di dalam hati dan fikiran seseorang. Dengan menggunakan bahasa, manusia dapat berhubungan dengan alam sekitarnya, terutama dengan manusia lainnya. Melalui bahasa pulalah manusia dapat bekerja sama dengan manusia lainnya untuk mencapai suatu tujuan.

·         Bahasa sebagai alat ekspresi diri
Bahasa merupakan wujud dari ekspresi diri, karena melalui bahasalah manusia dapat menyatakan secara terbuka, segala sesuatu yang tersirat di dalam pikirannya kepada orang lain dengan gayanya masing-masing. Ada banyak hal yang menyebabkan manusia mengekspresikan dirinya melalui bahasa , diantaranya untuk membebaskan diri dari tekanan emosi, untuk mengungkapkan kebahagiaan yang tengah dirasakan, untuk menarik perhatian orang lain dan lain sebagainya.

·         Bahasa sebagai alat integrasi dan adaptasi sosial
Bahasa merupakan alat yang digunakan untuk berintegrasi dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Bahasa yang digunakan hendaknya harus sesuai dengan kondisi daerah/Negara setempat. Misalnya apabila kita berada di Korea, kita tidak mungkin menggunakan bahasa Sunda untuk berinteraksi dengan penduduk sekitar, karena penduduk korea tidak mungkin mengerti dengan bahasa yang kita gunakan. Oleh karena itu kita harus menyesuaikan bahasa dimana kita berada.

·         Sebagai alat control sosial 
Bahasa mempengaruhi sikap, tingkah laku, serta tutur kata seseorang. Apabila seseorang berbahasa dengan menggunakan bahasa yang kasar itu merupakan cerminan diri orang tersebut. Oleh karena itu kontrol sosial melalui bahasa sebaiknya ditanamkan pada diri seseorang sejak dini agar seseorang dapat berinteraksi dengan baik di masyarakat.
 Mengetahui Fungsi Bahasa Secara Khusus :
Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia secara umum
Istilah kedudukan dan fungsi tentunya sering kita dengar, bahkan pernah kita
pakai. Misalnya dalam kalimat “Bagaimana kedudukan dia sekarang?”, “Apa fungsi
baut yang Saudara pasang pada mesin ini?”, dan sebagainya. Kalau kita pernah
memakai kedua istilah itu tentunya secara tersirat kita sudah mengerti maknanya.
Hal ini terbukti bahwa kita tidak pernah salah pakai menggunakan kedua istilah itu.
Kalau demikian halnya, apa sebenarnya pengertian kedudukan dan fungsi bahasa?
Samakah dengan pengertian yang pernah kita pakai?
Kita tahu bahwa bahasa sebagai alat komunikasi lingual manusia, baik secara
terlisan maupun tertulis. Ini adalah fungsi dasar bahasa yang tidak dihubungkan
dengan status dan nilai-nilai sosial. Setelah dihubungkan dengan kehidupan sehari-
hari, yang di dalamnya selalu ada nilai-nilai dan status, bahasa tidak dapat
ditinggalkan. Ia selalu mengikuti kehidupan manusia sehari-hari, baik sebagai
manusia anggota suku maupun anggota bangsa. Karena kondisi dan pentingnya
bahasa itulah, maka ia diberi ‘label’ secara eksplisit oleh pemakainya yang berupa
kedudukan dan fungsi tertentu.
Kedudukan dan fungsi bahasa yang dipakai oleh pemakainya (baca: masyarakat
bahasa) perlu dirumuskan secara eksplisit, sebab kejelasan ‘label’ yang diberikan
akan mempengaruhi masa depan bahasa yang bersangkutan. Pemakainya akan
menyikapinya secara jelas terhadapnya. Pemakaiannya akan memperlakukannya
sesuai dengan ‘label’ yang dikenakan padanya.
Di pihak lain, bagi masyarakat yang dwi bahasa (dwilingual), akan dapat
‘memilah-milahkan’ sikap dan pemakaian kedua atau lebih bahasa yang
digunakannya. Mereka tidak akan memakai secara sembarangan. Mereka bisa
mengetahuik apan dan dalam situasi apa bahasa yang satu dipakai, dan kapan dan dalam situasi apa pula bahasa yang lainnya dipakai. Dengan demikian
perkembangan bahasa (-bahasa) itu akan menjadi terarah. Pemakainya akan
berusaha mempertahankan kedudukan dan fungsi bahasa yang telah disepakatinya dengan, antara lain, menyeleksi unsur-unsur bahasa lain yang ‘masuk’ ke dalamnya.
Unsur-unsur yang dianggap menguntungkannya akan diterima, sedangkan unsur-unsur yang dianggap merugikannya akan ditolak.
Sehubungan dengan itulah maka perlu adanya aturan untuk menentukan kapan,
misalnya, suatu unsur lain yang mempengaruhinya layak diterima, dan kapan
seharusnya ditolak. Semuanya itu dituangkan dalam bentuk kebijaksanaan
pemerintah yang bersangkutan. Di negara kita itu disebut Politik Bahasa Nasional,
yaitu kebijaksanaan nasional yang berisi perencanaan, pengarahan, dan ketentuan-ketentuan yang dapat dipakai sebagai dasar bagi pemecahan keseluruhan masalah
bahasa.
Aplikasi bahasa indonesia dalam kehidupan sehari-hari Sebagai contoh , kadang dalam berkomunikasi dikampus memakai bahasa slang dicampur bahasa Indonesia nonformal, bahasa slang seperti itulah yang  dianggap nyaman dalam pergaulan sehari-hari agar tidak ketinggalan zaman dan dianggap mengikuti trend. Akan tetapi, jika ini terus terjadi bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Indonesia hanya akan dipakai dalam kegiatan-kegiatan resmi, kegiatan formal, dan ini akan menjadikan bahasa Indonesia itu sendiri akan merosot penggunaanya. Ketika harus menggunakan bahasa Indonesia formal dalam kegiatan formal tentunya, mereka akan lupa bagaimana harus berbahasa formal, karena setiap hari selalu menggunakan bahasa sehari-hari atau nonformal.


Sumber:

http://pradana-arya.blogspot.com/2012/10/fungsi-perkembangan-dan-kedudukan.html
 
Ragam dan Laras Bahasa

RAGAM BAHASA
Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan. Ragam bahasa yang dianggap sebagai ragam yang baik (mempunyai prestise tinggi), yang biasa digunakan di kalangan terdidik, di dalam karya ilmiah (karangan teknis, perundang-undangan), di dalam suasana resmi, atau di dalam surat menyurat resmi (seperti surat dinas) disebut ragam bahasa baku atau ragam bahasa resmi.
Berikut ini jenis dan ragam bahasa selengkapnya.
Jenis Ragam Bahasa
  Ragam bahasa dibedakan antara lain atas:
              -  Ragam bahasa undang-undang
              -  Ragam bahasa jurnalistik
              -  Ragam bahasa ilmiah
              -  Ragam bahasa sastra
  Ragam bahasa dibedakan atas:
    1. Ragam lisan yang antara lain meliputi:
              -  Ragam bahasa cakapan
              -  Ragam bahasa pidato
              -  Ragam bahasa kuliah
              -  Ragam bahasa panggung
2. Ragam tulis yang antara lain meliputi:
              -  Ragam bahasa teknis
              -  Ragam bahasa undang-undang
              -  Ragam bahasa catatan
              -  Ragam bahasa surat

Ragam bahasa menurut hubungan antar pembicara dibedakan menurut akrab tidaknya pembicara:
-  Ragam bahasa resmi
-  Ragam bahasa akrab
-  Ragam bahasa agak resmi
-  Ragam bahasa santai
-  dan sebagainya

Ragam bahasa di kelompokkan sesuai dengan penggunaanya diantaranya :
-          Ragam bahasa berdasarkan pokok pembicaraan yang terdiri dari ragam bahasa undang-undang, ragam bahasa jurnalisitik, ragam bahasa ilmiah, ragam bahasa sastra. Jadu ragam bahasa ini sangat dikhususkan dalam suatu tempat.
-          Ragam Bahasa Berdasarkan media pembicaraan, yang sering kita gunakan yaitu, ragam bahasa lisan dan tulisan.
-          Ragam bahasa menurut hubungan antarpembiacra dibedakan menurut akrab tidaknya pembicara.

LARAS BAHASA
Laras bahasa adalah ragam bahasa yang digunakan untuk suatu tujuan atau pada konteks sosial tertentu. Banyak sekali laras bahasa yang dapat diidentifikasi tanpa batasan yang jelas di antara mereka. Definisi dan kategorisasi laras bahasa pun berbeda antara para ahli linguistik. Salah satu model pembagian laras bahasa yang paling terkemuka diajukan oleh Joos (1961) yang membagi lima laras bahasa menurut derajat keformalannya, yaitu beku (frozen), resmi (formal), konsultatif (consultative), santai (casual), dan akrab (intimate).

RAGAM BAHASA LISAN
1. Dosen Mata kuliah Indonesia bilang mahasiswa kelas 3ka01 harus ambil mata kuliah soft skill untuk mata kuliah ini.
2. Kita harus bikin tulisan dan masukkan ke blog.
3. Saya akan tanyakan soal itu

RAGAM BAHASA TULIS
1. Dosen Mata kuliah Indonesia mengatakan mahasiswa kelas 3ka01 harus mengambil mata kuliah soft skill untuk mata kuliah ini.
2. Kita harus membuat tulisan dan masukkan ke blog.
3. Akan saya tanyakan soal itu.

ISTILAH YANG DIGUNAKAN.
Didalam ragam bahasa ada isitilah lain yang digunakan yaitu :
1. Ragam standard.
2. Ragam non standard.
3. Ragam semi standard.
Ragam bahasa standard memiliki sifat kaidah dan aturan yang tetap. Pada ragam bahasa standard memungkinkan perubahan pada kosatakata, peristilahan serta mengizinkan perkembangan berbagai jenis laras yang diperlukan.
Pembedaan antara ragam bahasa standard, ragam bahasa non standard, dan ragam bahasa semi standard adalah
·         Topic yang dibahas.
·         Hubungan antar pembicara,
·         Medium yang digunakan,
·         Lingkungan ,
·         Situasi saat pembicaraan itu terjadi


Aplikasi Ragam dan Laras Bahasa dalam kehidupan sehari-hari:
Ragam dan Laras bahasa bagi kehidupan sehari-hari sangat penting, karena sebagai ciri-ciri khusus penggunaan bahasa yang mengikuti bidang yang disesuaikan oleh suatu wacana.
contohnya, dalam bidang bisnis, menggunakan ragam bahasa usaha dan laras bahasa perniagaan untuk mempengaruhi pengguna membentuk tanggapan tertentu.
dalam bidang akademik, menggunakan ragam bahasa yang baku dan laras bahasa akademik untuk menjadikan pelajaran dan dapat di mengerti oleh para siswa.
lalu untuk seorang penterjemah, untuk menghasilkan karya terjemahan. penterjemah harus mengetahui ragam dan laras suatu bahasa agar karya terjemahannya dapat dimengerti oleh pembaca.
Contoh :
Ayah mengatakan, kita akan pergi besok.
Ayah mengatakan kita akan pergi besok.